Setiap pohon penting, setiap suara berpengaruh
Jerman: Selamatkan Hutan Hujan akan berusia 40 tahun! Itu alasan untuk merayakan, padahal tiap hari kita semakin banyak mendengar berita-berita buruk? Kami jawab: Ya, kami peringati hari jadi organisasi kami! Dengan keyakinan bahwa perjuangan panjang bagi alam akan berhasil dan kita akan meraihnya. Sebab kami punya pengalaman 40 tahun - dan pelestarian hutan hujan hanya berhasil bila kita optimis.
Untuk merasakan dan mengerti bagaimana keadaan alam dan masa depan kita, kadang-kadang - dan ini lebih dari sekedar berita, analisa dan ekspektasi para ahli - puisi bisa menolong.
Biarkan saya bermimpi hutan hujan,
di sana bersembunyi bumi yang masih belum diteliti.
Biarkan saya bermimpi hutan hujan,
yang bertahan hidup melampaui saya, kamu dan cucu kami.
Kutipan puisi di atas tadi berasal dari sebuah puisi yang dikirim oleh pendukung kami Angelika Lotfey. Berikut Anita Rusterholz dengan puisi hutan hujan:
Biarkan kami jadi penjaganya.
Tidak besok.
Sekarang.
Agar anak-anak kembali mendengar,
bagaimana suara hutan alami,
kalau ia tidak dibakar -
melainkan hidup lestari.
Kutipan-kutipan puisi di atas, pesan-pesan dari mitra kami di wilayah tropis dan keberhasilan kami (yang bisa Anda lihat di website kami) memperkuat kami, meskipun banyak perkembangan dunia yang negatif, untuk tetap ingat pada sejarah organisasi kami dan menjadikan darinya motivasi.
40 tahun yang lalu seorang warga kota Hamburg (Jerman) - Reinhard Behrend - mendirikan NGO Selamatkan Hutan Hujan.
Setelah beliau dengan mata sendiri melihat bagaimana pohon-pohon besar di Afrika dan Indonesia ditebang, beliau bertekad: „Saya harus bertindak - harus!“
Sejak itu ratusan ribu manusia membaktikan dirinya untuk melestarikan hutan hujan. Dan hingga kini mereka terus berbakti!
Benar, kita harus resah akan hutan hujan. Benar, kami mengamati kemunduran dalam perlindungan alam. Benar, karena itu orang jadi sangsi. Tapi tidak!, kami tidak membiarkan diri kami menyerah. Ada pepatah masyarakat adat yang bijaksana: Ibu kami sakit, kami obati. Ibu kami lebih sakit lagi, lebih lagi kami obati.
40 tahun Selamatkan Hutan Hujan - Alasan untuk meyakinkan bahwa perjuangan demi alam akan berhasil dan kita akan meraihnya.
Selama 40 tahun kami terus mendukung proyek-proyek dan kampanye di seluruh dunia dari pelindung lingkungan dan aktivis yang berani. Hal ini bisa terjadi karena ribuan orang membantu kami dengan donasi dan terlibat dengan aksi dan tanda tangan. Kepada Anda yang dimaksud, kami ucapkan banyak terima kasih!
Dalam rangka ulang tahun ke 40, kami lakukan berbagai aktivitas dan kampanye:
Tanggal 9 Mei kami telah melakukan ceramah dan diskusi di Phyllodrom (Museum Hutan Hujan yang didirikan oleh seorang etnologi yang pernah tinggal di pulau Mentawai, Sumatra Barat dan Aceh) di kota Leipzig - Jerman dan pada hari yang sama kami turut ambil bagian di festival asphaltsprenger (bahasa Inggris) di kota Hamburg - Jerman.
Lomba puisi kami „Poetry Meets Protest” (bahasa Jerman), di mana beberapa cuplikan puisi sudah kami kutip di atas, akan menjadi bagian dari perayaan hari jadi organisasi kami.
Titik puncaknya adalah berlangsungnya acara "Suara dari Hutan" tanggal 13 september 2026 di gedung Spore di Berlin.
Mampirlah dan beri tahu kami jika kalian sedang berada di sekitar sini!
Halaman ini tersedia dalam bahasa berikut:
Selamatkan Rawa Tripa, Habitat Terakhir Orangutan!
Lahan di kawasan lindung gambut Tripa di Nagan Raya dibuka lagi - ini hasil investigasi Koalisi Selamatkan Lahan dan Hutan. Kehilangan tutupan hutan mencapai ratusan hektar.
Perlindungan hutan hujan di seluruh dunia
Dukunglah Selamatkan Hutan Hujan dengan donasi. Dengan bantuan Anda kami aktif memperjuangkan perlindungan hutan hujan. Bersama-sama kita dapat meraih lebih banyak lagi!
Hutan hujan
Samudra hijau dengan pakis, lumut, liana, anggrek dan pohon rimba. Katak panah beracun, burung cendrawasih, bunga rafflesia, beruang sloth, dan Coati serta jutaan spesies serangga. „Paru-paru hijau“ dunia adalah pesona luar biasa. Ketahui lebih lanjut tenttang ekosistim hayati yang teranekaragam di dunia kita ini, kesinambungan hidup bersama antara hewan dan tumbuhan serta bahaya penebangan hutan.