Skip to main content
Cari
Penebangan pohon di hutan pegunungan
Perusahaan selulosa Toba Pulp Lestari merusak hutan hujan di Sumatera Utara demi perkebunan eukaliptus (© Auriga Nusantara)
Peta wilayah penebangan hutan di Sumatera dan Kalimantan
Di tahun 2025 telah habis ditebang 156.463 hektar hutan hujan dan hutan gambut yang merupakan habitat dari orang utan, harimau, badak dan gajah (© Auriga Nusantara)
Foto hutan yang sudah ditebang dari kamera drone
Di tengah-tengah pulau Kalimantan tumbuh Hutan Tanaman Industri untuk industri kertas (© Auriga Nusantara)
Wilayah luas yang telah habis ditebang diambil dari foto drone
Penebangan yang direncanakan pemerintah dan dilaksanakan oleh militer untuk proyek gula dan bioetanol PSN Merauke - Papua (© Pusaka)
Pertambangan nikel dari foto drone
Pertambangan nikel merusak alam hingga ke hutan hujan: Pertambangan terbesar milik korporasi Brasil - Vale (© Auriga Nusantara)

Data aktual deforestasi di Indonesia tahun 2025

13 Apr 2026Indonesia: Tahun 2025 penebangan hutan naik 66 persen, demikian penelitian dari organisasi Auriga Nusantara. Punahnya hutan hujan di Sumatera, Kalimantan dan Papua demi minyak sawit, pembangunan perkebunan, kertas pulp, pertambangan dan industri agraria.


Organisasi Auriga Nusantara telah mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai kepunahan hutan  "Status Deforestasi Indonesia 2025“ (STADI 2025). Pada tahun 2025 Indonesia keseluruhan telah kehilangan hutannya seluas 433.751 hektar - ini merupakan lonjakan sebesar 66 persen dibanding tahun 2024 sebesar 261.575 hektar. Sangat mencolok adalah deforestasi yang sangat tinggi di tiga pulau terbesar Indonesia, yaitu Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Auriga Nusantara tiap tahun sejak 2023 mempublikasikan data deforestasi di Indonesia dan mengaksesnya di platform yang bisa diakses publik Simontini (Indonesia Land Cover and License Information System). Tetapi data tahun 2025 masih belum online.

Setelah beberapa tahun adanya perbaikan kebijakan kehutanan, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo lebih memfokuskan diri pada pertumbuhan ekonomi yang berpijak pada eksploitasi sumber daya alam. Di masa kepemimpinannya, semakin banyak konsesi yang diberikan pada perusahaan minyak sawit, kertas dan pertambangan. Di samping itu pemerintah sedang mendorong apa yang disebut „Proyek Strategis Nasional" (PSN) dimana usaha untuk mencegahnya nampak tidak mungkin.

Perkembangan ini tidak tertuang dalam data resmi. Data-data resmi ini menyembunyikan realita di lapangan untuk menghambat langkah akurat menghentikan deforestasi, demikian Auriga Nusantara.

Presentasi data dengan tabel, peta, foto dan saran dapat Anda baca dalam bahasa Inggris dan download di sini "Status Deforestasi Indonesia 2025“ (STADI 2025)..

 

Peta wilayah penebangan hutan di Sumatera dan Kalimantan
Di tahun 2025 telah habis ditebang 156.463 hektar hutan hujan dan hutan gambut yang merupakan habitat dari orang utan, harimau, badak dan gajah (© Auriga Nusantara)

Di tiga provinsi di Sumatera yang telah mengalami longsor dan banjir badang akibat badai siklon di november 2025, terdapat lonjakan deforestasi yang sangat drastis bila dibandingkan tahun sebelumnya: Aceh 426 persen, Sumatera Utara 281 persen dan Sumatera Barat 1034 persen. Ke tiga provinsi ini merupakan habitat fauna yang tak terhitung jumlahnya.

Di sini Anda bisa mengakses selanjutnya tentang dampak deforestasi di Sumatera akibat industri kertas, minyak sawit dan emas.


Foto hutan yang sudah ditebang dari kamera drone
Di tengah-tengah pulau Kalimantan tumbuh Hutan Tanaman Industri untuk industri kertas (© Auriga Nusantara)

Kalimantan, seperti di dua belas tahun terakhir, menunjukkan tingkat deforestasi tertinggi. Yang mencolok adalah semakin banyaknya pemberian konsesi untuk industri kertas dan pulp.

Save Our Borneo dan Selamatkan Hutan Hujan sudah sejak lama mengingatkan bahaya penebangan hutan bagi industri kertas di jantung Kalimantan (di sini Anda juga bisa melihat video pendek kegiatan monitoring di hutan orangutan).

Tahun 2025 kita melihat perlawanan masyarakat adat Dayak di wilayah barat Kalimantan menentang penebangan hutan dengan akselerasi tinggi demi perkebunan akasia.


Wilayah luas yang telah habis ditebang diambil dari foto drone
Penebangan yang direncanakan pemerintah dan dilaksanakan oleh militer untuk proyek gula dan bioetanol PSN Merauke - Papua (© Pusaka)

Papua tahun 2025 telah kehilangan hutannya sebesar 60.337 hektar. Jumlah ini jauh lebih banyak dari tahun 2024. Deforestasi terbesar terjadi di Merauke, di mana keseluruhan ekosistem dihancurkan untuk proyek gula dan etanol atas nama „Ketahanan Pangan“ yang melibatkan militer.

Kami aktif menyelamatkan hutan hujan yang luar biasa pentingnya ini, kami juga aktif membantu penjaga lingkungan hidup di Papua dan kami juga telah menyampaikan bahaya ini di PBB agar penebangan hutan brutal di wilayah selatan Papua dihentikan.

Informasi lebih lanjut tentang Papua 


Pertambangan nikel dari foto drone
Pertambangan nikel merusak alam hingga ke hutan hujan: Pertambangan terbesar milik korporasi Brasil - Vale (© Auriga Nusantara)

Eksploitasi sumber daya alam seperti nikel dan emas untuk kepentingan digitalisasi dan kendaraan listrik di tahun 2025 juga telah meninggalkan luka dalam di hutan hujan.

Contohnya adalah pertambangan nikel di Sulawesi, Maluku dan pulau Raja Ampat - Papua.

Sungguh menyedihkan, tambang nikel di Raja Ampat terletak di segitiga koral yang sangat terkenal akan keanekaragamannya.

Namun kami tetap berjuang bagi setiap hewan dan tumbuhan, ujar mitra kami.


Presentasi Auriga Nusantara dengan tabel, peta dan foto bisa Anda baca dan download di sini Indonesia Deforestation Status 2025“ (STADI 2025)

Di Sumatera, Kalimantan, Papua dan Sulawesi, Selamatkan Hutan Hujan aktif dengan proyek, kampanye dan petisi. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, tolong tanda tangani petisi-petisi kami ini:

Halaman ini tersedia dalam bahasa berikut:

Petisi aktual, latar belakang dan informasi lanjutan

Pesan buletin kami sekarang.

Tetap up-to-date dengan newsletter gratis kami - untuk menyelamatkan hutan hujan!