Skip to main content
Cari
Sebuah kelompok terdiri dari enam perempuan memperhatikan dua nampan dengan bibit yang bertabur di atasnya.
Bibit tradisional disesuaikan dengan kondisi alam setempat, melestarikan keanekaragaman dan memperkuat kedaulatan pangan (© Salve a Floresta)
Tiga warga memperhatikan dua lajur tanah yang baru saja diuruk, disekitarnya pohon palem
Petani kecil mengombinasikan pertanian dengan pepohonan: Mereka menggunakan sistem produksi pertanian agroekologi dan agroforestri. (© Salve a Floresta)

Bersatu menentang perampas lahan dan penebang liar

Organisasi CPT Maranhão mendukung masyarakat tradisi dan komunitas untuk melindungi tanah mereka dan sabana Cerrado dari perampasan lahan dan pembalakan hutan oleh tuan tanah dan industri kedelai. Organisasi ini memberi warga informasi, konsultasi hukum, membantu pemetaan tanah, menyokong produksi agroforestri, melakukan berbagai aksi dan mengembangkan kampanye komunikasi.

Ikhtisar proyek

Topik proyekHabitat

Tujuan proyek Perlindungan sabana Cerrado terhadap penebangan liar dan kepastian hak lahan

Kegiatan Kerja penyuluhan dan pengorganisasian di komune serta konsultasi hukum


Dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah petani di wilayah tradisi mereka di komune Timbiras in Maranhão, seorang staff CPT (Comissão Pastoral da Terra = Komisi Pastoral Pedesaan) membentangkan sebuah peta lahan. Peta ini menunjukkan batas-batas wilayah yang dihuni penduduk sejak berabad-abad dan mempunyai berbagai informasi penting:

Seorang tuan tanah mengklaim sebagian wilayah itu miliknya dan berencana membuka lahan yang luas untuk peternakan sapi. Di peta itu, wilayah yang akan ditebang telah ditandai dengan warna merah.

„Saya membawa peta ini untuk menunjukkan kalian bahwa ada tumpang tindih lahan dengan dokumen dari tuan tanah yang menyatakan bahwa lahan ini miliknya. Tetapi apakah lahan itu benar-benar miliknya?“, tanya seorang staff CPT.

„Kami belum pernah melihat dia atau mendengar namanya! Bahkan kami sama sekali tidak kenal dia sebagai mandor, apalagi sebagai tuan tanah“,  tambah seorang petani perempuan.

Perampasan lahan yang sistematis dan terinstitusional

Di seluruh negara bagian Maranhão (Brasil) tuan tanah dan industri agraria terus memperluas wilayahnya diatas penderitaan warga desa dan alam. Hal ini dimungkinkan karena penduduk dan masyarakat adat yang hidup di sana biasanya tidak memiliki sertifikat kepemilikan tanah yang diakui atas tanah leluhurnya.

Ini bukanlah hal kebetulan atau kelalaian, melainkan hasil dari diskriminasi yang sistematis, rasismus, intimidasi dan korupsi. Dengan demikian jawatan pemerintah yang berwenang dan politisi terus menghindari keinginan warga desa atas pengakuan hak-hak lahannya.

Pihak perampas lahan yang terjaring dengan bagus - „tuan tanah“ dan perusahaan agraria - bisa mencaplok wilayah secara ilegal dengan surat-surat yang dipalsukan. Penduduk yang tinggal di wilayah yang bermasalah mereka biarkan digusur dengan cara kekerasan, dimana polisi sering kali turut terlibat dalam kekejaman ini. Mereka merusak budaya dan alam demi peternakan hewan, perkebunan jagung dan kedelai serta monokultur. Sistem perampasan lahan dan perusakan alam di Brasil terkenal dengan istilah „grilagem“.

Juga alam di Cerrado terancam

Bagian timur Maranhão, dimana komune Timbiras berada, merupakan bagian dari sabana Cerrado wilayah Brasil. Dengan begitu Cerrado merupakan wilayah ekologi terbesar ke dua di Amerika Selatan setelah wilayah hutan hujan Amazon, yang terdiri dari lanskap sabana tropis. Cerrado merupakan sabana yang secara biologis paling beranekaragam di dunia dan terkenal juga sebagai „sumber air“. Sebab di bawahnya terdapat dua reservoir air tanah terpenting di Brasil yaitu Guarani dan Urucuia-Bambuí. Banyak sungai penting di Amerika Selatan bermuara di Cerrado. Tanpa air dari sana dan vegetasi yang dirawat dan dijaga oleh masyarakat tradisi setempat, maka Amazon akan kekurangan air dari berbagai anak sungai yang penting.

Apa kerja CPT Maranhão?

Selamatkan Hutan Hujan mendukung CPT Maranhão sejak tahun 2020: „Kemitraan dengan Selamatkan Hutan Hujan sangat penting. Peta yang dibuat yang sudah direferensi secara geografis berguna bagi pengacara untuk mempertahankan warga desa yang terkena gugatan pengambilalihan oleh perampas lahan. Lebih dari 300 keluarga, sekitar seribu warga, dibantu. Perempuan dan laki-laki, tua dan muda terlibat membuat peta kolektif guna bersama-sama mempertahankan tempat tinggal dan sumber kehidupannya seperti lahan dan air“, jelas seorang staff CPT saat kami berkunjung di sana.

Melalui aktivitas-aktivitas selanjutnya seperti pendidikan politik di bidang hak sosial dan ekologi, pendampingan hukum untuk perlindungan hak lahan dan HAM, kampanye komunikasi serta proyek-proyek produktiv seperti agroforestri, CPT Maranhão mendukung komunitas-komunitas tradisional di sana.

Jika Anda ingin membantu pekerjaan CPT Maranhão untuk masyarakat tradisi dan komunitas lokal serta melestarikan Cerrado, silahkan Anda klik „mengirim sumbangan“ di halaman "perlindungan hutan hujan di seluruh dunia".

 

Petisi aktual, latar belakang dan informasi lanjutan

Pesan buletin kami sekarang.

Tetap up-to-date dengan newsletter gratis kami - untuk menyelamatkan hutan hujan!